Minggu, Agustus 30, 2009

Ramadhan, 10th, 1430 H

babak baru 10 hari kedua Ramadhan
start in new section of ramadahn
10 hari pertama telah kita lewati, kini waktupun beranjak ke 10 hari selajutnya dimana akan banyak sekali ampunan yang melingkupi kita semua...
Inilah hadiah untuk orang-orang yang beriman.. yakinlah akan janjiNya bahwa semua pintu-pintu syurga masih terbuka lebar dan pintu nerakapun masih terkunci rapat bahkan mungkin sekarang sudah ada sarang laba-laba di daun dan pegangan pintu, karena sudah 10 hari tidak digerakan..
Ingatlah syaitan masih terbelenggu dipenjara yang sempit dan hanya kekuatan Allah sajalah yang mampu untuk membuka belenggu itu..
Tetapi kenapa masih ada yang ironi yang hadir dan mengusik ketenangan syahdu..
Amatilah saat shalat-shalat wajib dan tarawih tiba.. hitunglah jumlah shaf-shafnya adakah perbedaan?
Ingatlah juga... ini adalah momentm yang penuh rahmah, momentum yang sangat spesial, berbagai amalan Allah lipatkan pahalanya. inilah jamuan Allah kepada umat Muhammad yang hanya memiliki rata-rata umur 60 tahun, agar kita tetap bisa berfastabiqul khairat dan mengumpulkan pahala layaknya umat terdahulu..
Kâb bin Ujrah (RadiAllâhu Anhu) relates, that once while climbing the pulpit (mimbar), Nabi Sallallâhu Alayhi Wasallam said, "Âmîn." The Sahabah asked, "O Rasul of Allâh, today we have heard something that we have never heard before." Nabi Sallallâhu Alayhi Wasallam said that Jibraeel (Alaihis Salâm) said, "Woe to him who found the blessed month of Ramadhân and let it pass by without gaining forgiveness." Upon that I said "Âmîn."
jangan pernah engkau sia-siakan perjamuan yang indah ini, semoga Allah merahmati kita semua..

Leia Mais…

ramadhan, 9th, 1430

malas...
perasaan yang sederhana, tetapi cukup merepotkan..
astaqfirullahal ‘azhim...
jangan sampai ramadan kita berakhir dengan penuh penyesalan...

Leia Mais…

Sabtu, Agustus 29, 2009

Ramadhan, 7th, 1430

It’s time for learning, keep
Belajar... itulah kita semua..sejak awal penciptaan manusia, manusia mulai belajar. Ingatlah saat adam selesai diciptakan, saat dia diperkenalkan pada malaikat dan syaitan untuk pertama kali, Allah memintanya untuk menunjukan segala sesuatu yang ada di sekelilingnya. Diapun mulai mulai menyebutkan nama-nama benda disekitarnya, sehingga para malaikat dan juga syaitan pun takjub kepdanya.. sungguh adam tak pernah tahu tentang nama-nama itu sebelumnya..Allahlah yang telah mengajarinya semua itu,
Maka kitalah itu sekarang, kitalah sang pembelajar sejati itu... Allah telah menciptakan otak manusia berbeda dengan otak makluk ciptaanNya yang lain. otak manusia di design untuk bisa menghubungkan anata konsep satu dengan yang lain sehingga itulah yang membuat manusia berakal bisa menilai antara baik dan buruk...
Bodohlah dia yang sering menyia-yiakanya apa yang telah Allah anugrahkan kepadanya.. nalar yang tidak termanfaatkan dengan baik padahal jika kita mau mengoptimalkan tentu kita bisa menjadi orang yang luar biasa.. yang tentu saja akan sangat berguna untuk diri kita dan orang laikn, namun apa yang terjadi.
Kebanyakan orang berfikir tidak dengan baik, sungguh sayang..
Ya Aziz... segalanya ada berada dalam kuasa dan kendalimu..bantu aku. Bantu aku untuk selalu belajar mengenalMu lebih baik, sehingga akan pernah terbesit keraguan dalam dadaku..

Leia Mais…

Ramadhan, 6th, 1430

Keep in spirit...
Semangat... kata yang sungguh positif. Menaikkan ghirah kita yang yang mungkin sedang surut untuk kembali bereaksi kembali menyusun potongan-potongan puzzle dari sisa-sisa energi yang sudah mulai melemah, kata itu juga hadir saat untukku untukmu agak kita bisa kembali bangkin setelah berbagai kejatuhan menghampiri..
aku sangat terinspirasi dengan 8 huruf itu.. S E M A N G A T...
keep semangat!! Semoga Allah memudahkan segala urusan...

Leia Mais…

Ramadhan, 5th, 1430 H

emphaty...
Ternyata kadang kita tidak mengenali diri kita sendiri, seberapa peka kita terhadap apa yang ada disekitar kita, setiap peristiwa disekitar kita, setiap masalah yang menghampiri kita, sehingga kitapun tertipu dan salah dalam melangkah untuk memecahkan masalah itu atau salah bersikap terhadap suatu kondisi..
Kurang perduli, mungkin itulah salah satu jawabannya..kebanyakan dari kita mencoba mengenali diri hanya pada saat ada masalah yang menghampiri, dan mulai menganggu konsentarsi kita dalam melakukan aktivitas. Sehingga muhassabah yang seharusnya bisa memberi kita masukan dalam melangkah tiap harinya hanyalah sebuah formalitas sebagai wujud dari usaha untuk mencari penyangkalan dan pencarian pembenara atas apa yang telah terjadi selama ini..bukanlah sebagai wujud dari evaluasi untuk perbaikan yang lebih baik...
Berhati-hati bersikap, mengevaluasi dan ingatlah tujuan akhir kita, ingatlah ada cita besar menati kita...bukankah kita ingin kembali kekampung akhirat dengan mulus dan tanpa hambatan? Jangan sampai moment yang seharusnya menjadi saat yang paling membahagiakan yaitu berjumpa dengan Rabb mu terhambat karena ternyata ada yang merasa tidak ridha terhadapmu, dan diapun menuntutmu dihadapan pengadilanNya yang maha adil...
Astaqfirullah....
Ya Rabb... lindungi diriku dari ketidak ridhoan sahabat, saudaraku dan semua orang yang pernah berinteraksi denganku.. lunakkan hatiku duhai Sang Pembolak Balik Hati sehingga aku bisa berfikir dengan jernih, bersikap dengan lebih bijak dan berkata-kata dengan hikmah...sehingga kelak ada yang menghambat perjumpaan yang indah dengan Mu dan RasulMu yang mulia...

Leia Mais…

Senin, Agustus 24, 2009

Ramadhan, 4th, 1430

Kesabaran... sungguh itulah ujiannya... kesabaran saat ada mendengar dan merasakan bagaimana perut keroncongan karena haus dan lapar, sabar saat melihat sesuatu yang kemudian mendorong keingian untuk bergibah, sabar saat merasakan amarah bekesumat dalam hati.. dan sabar atas segala sesuatu yang dilarang lainnya...
Ramdhan hadir untukmu, untuk menguji kesabaran atas kekonsitenanmu selama ini, sudah cukup pantaskah dirimu menyandang gelar sebagai manusia beriman, ataukan engkau sama saja dengan ciptaan Allah yang lain...?
Ya Rahman, kesabaran memang ujianmu yang paling sulit untukku tapi berikan untukku ketenangan hati agar aku bisa melaluinya dengan mudah, sehingga tak ada lagi rasa was-was yang menbuyarkanku ..
amiin....

Leia Mais…

Minggu, Agustus 23, 2009

Ramadan, 3rd 1430

Keep in fasting and keep in rahmah....
Kita tidak pernah tahu kapan waktu kita berakhir di dunia ini, sungguh hanya Allah sajalah yang tahu..semua telah tertera dalam lauhul mahfuz,,lahir,jodoh, dan mati... innalilahi wa innaillaihi rojiun.. kemarin satu nyawa telah Allah cabut dari jasadnya... banyak orang mendatangi rumah si bekabung menyatakan bela sungkawanya atas kepergian sang mayit dan keluarga si berkabung hanya bisa pasrah begitu saja dengan kepergian itu meskipun ada air mata yang terus mengalir membanjiri wajah mereka. Perjalanan si mayit masih panjang dia harus bersiap untuk meneruskan perjalanan selanjutnya ke kampung akhirat..
Tapi ada kengerian yang mencekik di hati... saat melihat tubuh si mayit yang sudah terbujur kaku dan tak berdaya lagi, saat mendengarkan lafaz takbir dikumandangkan untuk si mayit, saat mayit diarak menuju ke peristirahatan terakhir, saat mayit dimasukan keliang lahat dan saat ia dibenamkan dalam tanah yang setengah basah... sungguh si mayit pernah hidup di dunia ini, tersenyum, bercanda, beraktifitas, bersosialisasi dengan yang lain...
Bisa jadi besok adalah giliran kita untuk menghadap Yang Kuasa, memepati apa yang telah tertulis dalam kitab kehidupan kita, dan melanjutkan perjalanan selanjutnya kembali kekampung akhirat yang abadi..
Semua itu tidaklah tanpa masalah jika setiap orang yang mati langsung bisa sampai kepada kampung akhirat, kemudian mendapatkan rumah yang bagus nan megah di sana, tapi sayangnya tidak.. perjalanan tak bisa semudah itu, selepas di ladang ujian, semuanya akan menjadi semakin sulit, ada banyak sekali halangan yang terus menghadang perjalan dikampung akhirat. Butuh bekal yang cukup untuk melewati tantangan dan halangan itu... tapi subhanallah, disinilah tempat memupuk bekal itu..yah didunia yang fana ini. Tempat berbagai ujian mengusik keimanan , karena memang bekal itu bukanlah bekal uang maupun makanan melainkan keimanan kita pada Allah semata.
Kini inilah ramadan, dipersembahkan setiap tahunnya hanya untuk umat Muhammad yang memiliki rata-rata hidup hanya sampai pada umur 60 tahun... sangat sebentar dibandingkan umat-umat terdahulu yang mencapai 1000 tahunan.. dibulan ini kita dipersilahkan untuk berburu amal atas iman yang kita yakini..yang semoga bisa menjadi perbekalan yang cukup mengingat waktu kita yang sebentar ini...
Hingga kelak ada rumah megah dengan taman nan elok kelak menanti kita disana, menanti untuk kita tempati dengan orang-orang tersayang..
Ya Allah, aku sdah sampai pada bulan ini, sampai pada bulan penuh rahmat dan ampunanmu, ku mohon ya Allah.. bukakanlah pintu-pintu hatiku selebar-lebarnya hingga aku semakin peka mengindra rahmatMu dan hingga aku bisa lebih bersyukur atas karuniaMu

Leia Mais…

Ramadan, 2nd 1430

The second day... astagfirullah...
Mencoba kosisten bukanlah pekerjaan yang mudah, ada banyak ujian yang menghadang, layaknya langit di siang hari, tak selamanya ia cerah dan cemerlang, kadang ada gumpalan awan yang menutupi sehingga kita hanya bisa melihat sebagian dari sisi langit atau mungkin banhkan tidak sama sekali.. tapi coba perhatikanlah.. kita bisa mengamati langit lebih lama dibandingkan dengan saat ada gumpalan awan yang menutupinya..
Yakinlah sekarang, ketika target untuk kekonsistenan dihadang kesultian dan ujian bukan berarti bahwa engkau sudah gagal, melainkan inilah saatnya untuk berjuang and showup dihadapan Allah bahwa engkaulah salah satu umat terbaiknya..hingga tiba nanti awan kelabu itu diarak pergi..
Astagfirullah..meskinpun ini masih bagian dari awal ramadan ternyata banyak target yang tak terselesaikan dengan baik..ya Rahman maafkan hamba, jangan tutup dan bekukan hati hamba, karena hamba masih berharap untuk mendapatkan impian itu, merasai kembali manisnya iman dan indahnya takwa hanya kepadaMu

Leia Mais…

Ramadan, 1st 1430

It’s my first day in fasting....

Subhanallah, sejak adzan magrib bergemuruh dan mengema memenuhi ruang-ruang disetiap penjuru dunia kemarin, semuanya telah berbeda, ada keluarbisaan yang hadir ditengah-tengah kita, menambah degup keimanan yang kian mengebu..

Allah telah berjanji, ada kemuliaan di bulan ini, ada banyak kebaikan ditebar disini, bahkan Ia bersumpah akan membuka selebar-lebarnya pintu syurga dan menutup serapat-rapatnya pintu neraka...

Syaitanpun terbelenggu didalam ruangan yang sempit hingga tak mampu lagi untuk menggoda kita, mengoda iman kita yang fluktuatif, mencari celah saat kita lengah untuk melancarkan misinya menjerat manusia agar tengelam dalam lumpur kemaksiatan dan kedurhakaan..

Kuyakinkan diriku sendiri, inilah saat yang tepat untuk perbaikan dan memotivasi diri, ditengah kejenuhan dalam aktivis duniawi, rehat yang menyejukan dan dan hilangkan dahaga juga penat setelah perjalanan hidup yang berat, kembali bersimpuh saat kesombongan hendak menyapa diri dan menghilangkan ketawadu’an..ya Allah ridhai ini sebagai perjalanan sepiritualku yang luar biasa, hingga aku bisa rasai kembali manisnya iman dan indahnya takwa..

Amiin ya Allah, kabulkanlah doaku...

Leia Mais…

Jumat, Juli 24, 2009

lanjutannya..tentang HI

Realis vs saintifik...

Ini nih perdebatan yang paling menarik...tadi dimukakan dah tahu apa pemikiran dari kaum realis yang sangat mengagung-agungkan kekuasaan dan power, nah sekarang kita lanjut ke pemikir selanjutnya yaitu kaum sainstifik...kaum ini muncul gak jauh setelah indonesia merdeka, yah kurang lebih sih sekitaran tahun 1960-an..gak jauh-jauh amat khan? Kaum ini cukup unik lho..mereka mencoba untuk menggabungkan antara ilmu alam dan matematika kedalam ilmu sosial. Hebatkan! Layaknya ilmu alam mereka juga memulai menemukan teori yang dianggap mendekati kebenaran melalui 3 prosedur yang antara lain juga mirip bahkan sama dengan pendekatan ilmu alam yaitu pembentukan hipotesa; pengujian hipotesa; pengumpulan, pembandingan dan pengintegrasian pemenuan dari bernagai pengujian dan berbagai hipotesa. Yang lebih menarik lagi penemuan ini juga harus diusahakan bersifat obyektif (bisa diuji siapa,dimana, dan kapan saja) , logis maksudnya diatur oleh aturan penalaran dan harus sistematis yaitu sekumpulan keajegan yang terorganisir. Ya maklumlah obyek dari ilmuan scienstific ini tentang pola-pola keajegan dari fenomena yang dapat terindra, bukan yang metafisika. Dengan tujuan akhir yaitu berupa deskripsi, ekspanasi dan prediksi, makanya para ilmua dari realis kena kritik dari para ilmuan saintifik ini pula, karena menurut mereka motivasi negara melakukan penyerang or konflik bukan karena alasan power dan kekuasaan semata, tapi adalasan-alsan lain, kalo pake bahasanya pak muhtar mas’oed “kritik mereka ini terutama di arahkan pada tidak adanya disiplin dan ketepatan dalam pendefinisian konsep-konsep realis seperti kekuasaan, kepentingan nasional dan perimbangan kekuatan.” Karena yang diteliti adalah pola-pola kejegan tingkah laku manusia, jadi tak heran pedekatan ini juga dikenal sebagai pendektan behavioralist yang telah berevolusi, soalnya behavioralist mulai muncul sekita 1950an..

Trus..

Saintifik vs post behavioralist

Emang ya.. orang sosial itu tuh hobi banget ngiritik..kayaknya memang udah tipikalnya kayak gitu kali ya...gak percaya? Saintifik ini juga gak lepas dari kritik. Pendekatan yang tampak begitu sempurna yang memunculkan poling dan metode kuantitatif yang hingga kini sering dipake, ternyata juga bisa mendapatkan kritik, kritik ini muncul dari kalangan pemikir yang kembali tidak sepakat dari pendekatan behavioralist..hehehe...tapi afwan pendekatan yang satu ini aku tidakbegitu faham..yang jeas mereka tidak setuju dengan pendekatan ala IPA, menurut mereka obyek sosial itu unik,dia tak bisa digeneraisasikan begitu saja, setiap obyek pasti memiliki perbedaan sehingga teori yang mungkin bisa diharuskan bersifat obyektif, logis dan sistematis belum tentu bisa tercapai, hukum sebagaimana dalam ilmu IPA tentusaja tidak mungkin terjadi, selain itu subjek juga tidak bisa dipisahkan dari obyek, karena subyek itu juga bagian dari obyek. Masa’ ilmuan disuruh cuek-cuek aja sambil mengamati fenomena yang terjadi padahal ia berada ditempat yang sama dimana fenomena itu terjadi, mungkin saja si ilmuan itu juga turut terpengaruh dan mempengaruhi dalam femonena yang sedang ditelitinya..sehingga mereka sepakat dengan istilah ilmuan itu harus bisa menilai baik buruknya suatu fenomena dan ilmuan kalo perlu juga harus memihak, mereka tidak setuju dengan pembedaan antara “fakta dan nilai” yang sering di galakkan oleh ilmuan behavioralis. Karena memang benar subyek itu tak bisa lepas dari obyek..

So kurang lebih sih kayak gitu kritik-kritiknya..maklum lah gak gitu faham tapi coba aja di crosscheck dulu..yah khawatir kalo-kalo aku salah..

Next.. inshaAllah kita bahas tentang pendekatan Tradisionalist vs behavioralis...

Tau nih pendekatan behavioralis ini kok paling banyak musuhnya ya...hmm..mungkin karena mereka berani memyuguhkan dan menawarkan metode yang berbeda dari sebelum-sebelumnya..

Mohon koreksinya ya..

Leia Mais…