Tampilkan postingan dengan label pilihan umum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pilihan umum. Tampilkan semua postingan

Rabu, Desember 02, 2009

Corporate social relation


Stake holder yaitu merupakan pemandu kepentingan (buplik)
Siapakah publik anda?
Yaitu pihak yang terkait dengan oprasional organisasi, jika diibaratkan dalam sebuah keluarga maka pihak tersebut adalah orang yang paling dicintai. Sehingga cara terbaik untuk memperlakukan publik adalah dengan mengenali dan menyayangi publik anda, menghindari timbul opini negatif dan dapatkan hatinya dengan ketulusan..
Mengapa stake holder dan publik penting?
Organisasi adalah sebuah sistem (keseluruhan / wholeness) sehingga akan menimbulkan timbal balik yang jika digambarkan sbb:


Perubahan lingkunagn harus diihadapi sehinngga dapat mengukuhkan eksistensi dan membutuhkan survive organisasi
Berikut ini ada kategoti publik secara umum
Publik eksternal (yaitu semua pihak dari luar organisasi)
Publik internal (yaitu pihak dari dalam organisasi

Pendekatan memahami publik adalh dengan melihat 2 aspek yaitu keterhubungan dan keaktifan mencari informasi. Aspek keterhubungan adalah meliputi: enable linkages (power control) yaitu orang-orang yang memiliki kekuasaan / kewenangan dan otoritas dalam suatu organisasi. Yang kedua adalah fungtional linkages (opertion) yaitu terdiri dari penyetor bahan baku, suplay, pegawai dan pekerja, yang ketiga adalah normative linkages (assosiation) yaitu berhubungan dengan sesama jenis pengusaha, yang terakhir adalah difussed linkages yaitu menyebar
Aspek keatifan mencari informasi
1.       Latent public yaitu peruahaan tidak menyadari jika terdapat persoalan
Contoh: pabrik tekstil yang ada dipedesaan kemudian membuang limbah kesungai yang sungai tersebut ternyata masih dipakai oleh masyarakat..
2.       Aware public yaitu menyadari adanya persoalan tetapi hanya diam
3.       Active public yaitu menyadari ada permasalahan dan aktif untuk mengorganisir diri untuk bersuara.
Segmentasi publik
Dalam PR tidak berlaku prinsip publik yang generalis
PR selalu bicara spesifik
Memberikan fokus dan arah yang tepat bagi program yang disusun
Adanya sekala prioritas
Efisient dan efektifitas PR




Leia Mais…

Jumat, Oktober 30, 2009

Background dalam PR


Yaitu berdasar pada nilai dan norma yang berlaku, berdasarkan pada moral;memperhatikan perlindungan pada subjek dan obyek pekerjaan (kepercayaan) subyek disini adalah pelaku profesi kehumasan, dan obyek adalah merupakan orang yang memberi kepercayaan
Kepercayaan tersebut memunculkan tanggung jawab, sosial (perlu standarisasi pendidikan, licence)
Pretest yaitu pengujuian sebelum poster aatu iklan launch dilakukan test terhadap maysrakat, sehingga perusahaan tahu apa yang harus dilakukan.

Kode etik PR
Yaitu terdiri atas:
1.       Memiliki prinsip umumyang berlaku
2.       Tidak ada harga mati, akan menyesuaikan dengn perkembangan kebutuhan.
3.       Dituangkan dalam sebuah aturan yang tertulis
4.       Ada sanksi bagi yang melanggar.
5.       Satiap asosiasimemiliki kekhasan dalam penjabarannya
Prinsip umum yang berlaku
1.       Penyampaian imfornasi yang dipercaya (kredible) -, maksudnya sumber jelas dan dapat dipercaya
2.       Penyebarluasan informasi secara akurat
3.       Penghargaan atas kebebasan yang bertanggung jawab
4.       Penghargaan terhadap nilai sosial yang berlaku
5.       Mentaati peraturan hukum yang berlaku
6.       Melindungi sumber informasi dan informasi itu sendiri
7.       Tidak menggunakan informasi rahasia untuk mendapatkan kepentingan pribadi
8.       Tidak menerima pemberian apapun dari klien
9.       Tidak memberikan jaminan keberasilan diluar pekerjaan
10.   Melindungi hak kekayaan intelektual (property right)
11.   Melakukan update pengetahuan dan skill
12.   Melindungi dan mengembangkan profesi
13.   Kejujuran menjadiprinsip utama semua aktifitas komunikasi

Leia Mais…

Sabtu, Oktober 24, 2009

Praktek PR

Model publik relation
Kemarin kita sudah bahas tentang PR secara lebih detail
Press agentry
Yaitu kebenaran informasi tidaklah penting; PR merupakan media yang lengkap untuk menyebarkan inflormasi kepda publik melalui media massa; komunikasi hanya satu arah yang lebih bersifat propaganda
publik informasi
Yaitu hampir sama dengan presagentry; kebenraan informasi penting; merupakan bentuk kritik dari press agentry tapi tetap mengunakan kmunikasi satu arah
Two way asysimeric
Merupakan kritik terhadap 2 reori sebelumnya; komunikasi berjalan 2 arah. Komunikasi jenis ini bisassanya dilakukan oleh negara denagn publik, tetapi hanya bersifat infromatif, jika memang ada keberatan akan ditampung tapi tidak akan ada perubahan pada level govrement.maksuddari komunikasi ini adalah akan adaperubahan pada level kalayak
Two way symatic
Yaitu terdapat dua arah komunikasi; ada 2 perubahan baik dari level goverment juga dari level khalayak, media yang digunakan adalah non conventional (gathering)misalnya outbond bareng; two way sysmatric belum bisa diamalkan
Faktor perbedaan praktek PR
Yang menjadikan PR berbeda pada level bagaima sebuah perusahaan itu mempraktikannya adalah sbb
a. Kondisi sistem sosial politik yang beralaku apakah trebuka taukah tertutup
b. Dingkap persaingan dunia usaha yang ada
c. Tingkat kecanggihan dan kompeksitasteknologi
d. Scopeorganisasi
Jenis kategori praktek PR
a. Methode of comunication  menempati fingsi komunikasi
b. State of being  adanya jabatan, bagian khusus yang menangani PR dengan lebih jelas karena bertanggung jawab secara kelembagaan
Pemilihan kelembagaan
a. Ukuran besar kecilnya organisasi
b. Arti penting PR dalam perusahaan atau organisasi
c. Karakter PR yang diperukan
Optimalisasi kelembagaan
Ide-ide dasar organisasi yang memiliki PR belum tentu komunikasinya lebih baik dari pada organisasi yang yang tidakmemiliki PR
Cara memprbaiki solusi
a. Pertukaran interaksi atar bagian secara sistematis
b. Berikan PR paa posisi yang sedderajat
c. Akses responbility yang sama tiap pimpinan bagian kepada pimpinan
d. Memelihara jalur kontak informal
“PR yang ideal haruslah berupakan bagaian dari koalisi dominan”
Berikut ini ada kelebihan dan kekurangan jika terdapat
PR internal
Kelebihan:
a. Praktisis mengenal seluk beluk prganisasi
b. Jalur komunikasi dapat dengan mudah dijalankan
c. Peaktisi siap siaga 24 jam
d. Posisi yang dimiliki kuat
Kekurangan
a. Kurang obyektif melihat persoalan
b. Beban organisasi jika kemapuan biasa
c. Posisi dan tanggung jawab tidak jelas
d. Tempat buangan dan window dressing (pajangan)
PR eksternal
Kelebihan
a. Lebih independen
b. Lebih berpengalaman
c. Akrab dengan media
d. Akses ke ahli yang lebih terbuka
e. Memiliki staf khusus
Kekurangan
a. Tidak kenal seluk beluk organisasi
b. Sedikit orang
c. Pekerjaan didasarkan pada payment
d. Loyalitas dan konsentrasi kurang
Peran
Teknis  yaitu hanya menjalankan keputusan atau perintah managemen yang lebih tinggi
Managerial terkait dan terlibat dalam proses penentuan kebijan startegis suatu organisasi
Optimalisasi peran managerial
a. Merupakan bagian terpisah yang madiri
b. Merupakan bagian koalisi dominan
c. Praktisi melengkapi dengan skill dan pengethuan segala bidang
Perbedaan penerapan praktisi PR (internal)
a. kemampuan praktisi PR
b. stuktur yang berlaku
c. ekspektasi managemen terhadap PR
d. memahamkan managenet terhadap PR

Leia Mais…

Sabtu, Oktober 17, 2009

tugas dan fungsi PR

Senebarnya dalam sebuah organisasi PR ituterdapat dua fngsi utama, yaitu fungsi managemen dan juga fungsi komunikasi..
Nah pengen tau kan fungsi-fungsi itu
Yuk kita kupas satu-satu. Yang pertama adalah management, fungsi ini lebih cinderung nemempati posisi policy, yang dimaksud disini sebuah perusahaan yang memanagemet yang baik tentu akan menempatkan PRnya di posisi tersebutdi bidang strategi agar bisa merumuskan dan menorganisir diri melalui kebijakan, cz tahu gak seh, jika suatu saat perusahaan mensedang mengalami kayak kebakaran atau kondidi yang kuarng baik mungkin saja PR akan emasuki lini-lini yang lalin yang mungkin bukan bagian dari PR. Karena itu adalah bagian dsari kewenganan PR, kebijakan dari PR tentu saja akan memperngaruhi performa organisasi terhadap kebijakan publik, karena RP akan memberikan masukkan kepada perusahaan agar dapat berjalan dengan baik yang sesuai dengan trend dimasyarakat.
PR dalam fungsi menajement haru bisa mensinergiskan antara sinergi organisasi untuk berhubungan dengan publik, praktisi PR harus membantu namagement u ntuk membangun filosofi organisasi, mencapai tujuan yangtelah ditetapkan, adaptasi lingkungan untuk survive.
PR juga bertindak sebagai penasehat managent dalam menghasilkan output yang bisa diterima oleh publik.
Fungsi kominukasi PR adalah lebih kefungsi yang sifatnya oprasional atau teknis. Yaitu melalukkan aktifitas dari managenet ke publik, prkatisi PR merupakan staf khusus managemen dalam menangani proses komunikasi yang berlangsung. Sehingga kebanyakan kegiatannya memalui off air..
Untuk tugas PR
Untuk menjadi PR ada beberapa kompetensi yang harus dipenuhi, kompetensi tersebut adalah komunikasi lisan, komunikasi kelompok, komunikasi tertulis, teknik kehumasan, seperti seponshorship etc.., managenet isu, penelitian PR, Managerial, Teknologi dan bahasa, leadership. Yang kemudian dari berbagai macam konperensi ini akan dipecah menurut jenjang dari PR sendiri. Awal, madya, dan expert
Dan tugas dari PR sendiri ada beberapa hal yang mungkin belum bisa aku tulliskan disini.. inshaAllah besok ditambahkan...^_^
Ref: kuliah PR

Leia Mais…

Kamis, Oktober 08, 2009

Pertumbuhan dan perkembangan publik relation

Pertumbuhan
Dipraktekan sejal zaman kerajaan, meskipun tuidak ditunjukan secara spesifik tetapi prinsipnya menempati fungsi-fungsi publik relation. Kemudian sejak abad ke 19 public relation lebih cinderung kearah propaganda yang bermaksud untuk mempengaruhi opini. Karena ciri-ciri dari propaganda adalah terdapat issue, dan issue tersebut dipersuasif yang kadangkala juga mengabaikan kebenaran, dan hanya bersifat komunikasi satu arah, yang melalui media, leaflet, ataupun poster.
Sebenarnya ada beberapa alasan mengapa PR semakin dibutuhkan, antara lain karena sebagai berikut:
1. Filsafat, yaitu yang besikat authoritarian ke libertarian
2. Sistem kerja yang dulunya tradisional ke industri
3. Politik yang awalnya adalah monarkhi menuju kearah demokrasi
4. Sosial semakin kompleks
5. Ekonomi cinderung tentang persaingan mendapatkan perhatian yaitu melalui promosi
Perkembangan
PR setelah revolusi industri mengalami perkembangan
1. perkembangan komunikasi, adanya one way communication sebagai kebutuhan menyampaian sesuatu tetapi tidak dimbangi oleh respon dari pihak yang diberi info
2. pertumbuhan populasi, mempengaruhi banyakkan dalam sebuah perusahaan yaitu berpengaruh pada PR kini tidak melihat semua kebutuhan dari semua masyarakatnya, melainkan lebih pada spesific public yaitu dengan pengkotak-kotakkan masyarakat dengan mengambil segmen masyarakat berpengaruh dengan maksud efektifitas perubahan perilaku
3. pengakuan terhadap tanggung jawab sosial yaitu perusahaan memiliki tanggung jawab sosial terhadap kemajuan masyarakat sekitar, dengan program seperti community relation atau community development sebagai bentuk perhatian sosial yang sangat berpengaruh terhadap citra bagi perusahaan.
4. Keluasan pemerintah. Semakin banyaknya askpek yang ditangani oleh pemerintah menyebabkan PR semakin dibutuhkan untuksosialisasi program-program pemerintah.
5. Perkembangan media komunikasi, agar perusahaan bisa tetap survive maka dibutuhkan PR yang cerdas sehingga bisa memanfaatkan media komunikasiuntuk tujuan publikasi. Mislanya ambient media, sesuatu yang asing digunakan sebagai media pun bisa disulap menjadi media komunikasi,misalnya lantai, tembok, etc.
6. Lahirnya standard etika baru
7. Mengejalanya konsumerisme
Fase perkembangan PR moderen
Periode I yaitu tahun 1990 – 1917
PR dirtikan sebagai media kuning yaitu media yang bombastik dan hiperbola. Yang seringkali kebenaran dikesampingkan. Yang berdapat pada pihak-pihak yang marasa dirugikan melakukan fungsi-fungsi PR yang antara lain, melakukan kounter terhadap pemberitaan tersebut melalui publisitas maupun pemberitaan pula.Pada masaini PR jenis ini biasanya terjadi di amerika serikat
Periode II yaitu 1914 – 1919 masa perang dunia pertama
Saat itu PR hanya difungsikan sebagai promosi untuk kepentingan perang, seperti digunkan untuk mrekrut warga sipil untuk menjadi tentara, dengan iming-iming sebuta pariot selain itu PR digunakan untuk keanggotaan baru dan mengalang dana palang lemah, saat itu komunikasi yang terjalin msihlah komunikasi satu arah
Periode III yaitu 1919 – 1929
Pusat perhatian PR pada publisitas promosi product industri, organissasi sosial keagamaan yang berhubungan dengan masyarakat, selain itu komunikasi persuasi untuk mempengaruhi opini
Periode IV yaitu 1930 – 1945 krisis perang dunia II
Saat itu ekonomi mengalami penurunan, PR dugunakan untuk persuasi publik, metodelogi ilmiah tentang pengukuran efektif opini publik , muncul asosiasi-asosiasi profesi kehumasan juga muncul pendidikan kehumasan, selain itu munculnya televisi sebagai strong media sehingga komunikasi merupakan peraduan antara one way comunication dan two way communication meskipun betuknya masih sangat a simetris
Periode V yaitu 1965 – sekarang merupakan masa globalisasi
Dimana teknologi tinggi mulai berkembang selain itu media massa mulai bermunculan. Adanya ekonomi nasional-globalyang membawa pada kompetisi global. Hal ini mendorong humas menjadi lembaga paling penting karena konpleksitas konflik kepentingan. Betuk komunikasi yang berkembang adalah komunikasi satu dan dua arah dengan topik utama PR propganda dan managemen konseling

refrensi: kulah public relation

Leia Mais…

Selasa, Oktober 06, 2009

Sebab-sebab konflik dan sumbernya pada level individu

Sebab-sebab konflik dan sumbernya pada level individu
masih ingatkah siapa zathman? Semoga masih, zathman adalah seorang tokoh yang bilang kalo konflik itu kayak kurva. Dimana ada titik tertinggi namanya hurting stalemate, nah hurting stalemate menurutnya adalah titik paling tepat untuk menghentikan konflik karena titik itu konflik mengalami kematangannya.. tapi sesungguhnya untuk menyelesaikan konflik itu gak harus menunggu kematangannya, mengcegah lebih baik dari pada mengobati, bukankah lebih cepat itu lebih baik? Aduh partai BGT...
Sebab-sebab konflik
Nah kali ini kita akan bahas tentang alasan mengapa manusia berkonflik. Seperti yang diungkapkan sebelumnya, bahwa terdapat dua kepercayaan dalam memandang sebab-sebab manusia berkonflik, yang pertama mengatakan bahwa manusia itu memang udah Human nature nya kayak gitu. Jadi istilahnya memang difitrahkan untuk memiliki sifat berkonflik. Kalo menurut argument pendukung human nature ini bilang bukti bahwa manusia mempunyai sifat dasar ini terlihat dari disetiap dekade itu pasti terdapat perang ataupun konflik yang berpotensi untuk melahirkan perang. Sehingga menurut penganut kepercayaan ini cara terbaik untuk mengatasinya adalah dengan mengeliminasi atau mengurangi intesitas dan dampak konflik. Yaitu dengan cara, balance of powerpunya morgenthau (maklum kebanyakan orang yang menganut kepercayaan ini adalah kaum realis) ataupun denga just war yang semacam aturan yang menyatakan boleh berperang asalkan dengan adil (dari motivasi dan cara perang)just war biasanya lebih dekat dengan agama, selain just war ada juga tuh istilah hukum humaniter internasional, yaitu hukum perang yang digunakan oleh masyarakat internasional.
Kepercayaan selanjutnya adalah, percaya bahwa perang merupakan hasil sosialisasi masyarakat, agumenya yaitu manusia lahir itu nggak bawa senjata layaknya hewan yang bertaring, memiliki cakar yang panjang dan tajam, hal itu membuktikan bahwa manusia itu adalah mahluk yang cinta damai, karena tuhan tidak melengkapi persenjataannya. Sehingga menurut kepercayaan ini, cara terbaik menyelesaikan konflik adalah dengan edukasi konflik, seperti yang dilakukan oleh UNESCO. Salah satu cabang PBB yang cinta damai, UNESCO berprinsip ‘world begin of the mind of mind” dengan motto konflik ok, berperang no! Kalo istilah dosenku, berbeda pendapat itu gak papa tapi tidak untuk berperang. Kebanyakan penganut faham ini adalah orang-orang kaum utopian.
Sumber perang pada level individu
Konrad lorenz hayoo tebak siapa itu, kalian pasti gak bakal nyangka namanya bakal muncul dalam islmu sosial. Dia adalah seorang tokoh biologi yang suka sekali meneliti perilaku hewan. Kemidan dia meneliti tentang serigala dalam bertahan hidup, ternyata serigala memiliki insting atau agresi untuk mempertahankan hidupnya. Trus Pak Lorenz ini mencoba untuk menerapkan persamaan serigala dengan manusia, disamakan berdasarkan kesamaan identitas makhluk “mamalia”. Hasilnyamenunjukan bahwa ternyata manusia juga memiliki isting agretifitas, hal ini diperkuat oleh Robert Andrey yang bilang bahwa “agretifitas menjadi built dalam struktur genetik manusia.” Sehingga sebenarnya agretifitas itu bisa berkembang tidak hanya kearah destuktif, tetapi juga bisa karah konstruktif..
Sigmund Freud (orang realis) dia bilang manusia adalah manusia rendah yang dipenuhi oleh kebencian, kekerasan dan agresi.
Erich Fromm “narsisme adalah salah satu sumber agresifitas. Seseorang yang terlalu narsis terhadap kelompoknya akan beraku sangat desruktif apabila ada yang mengolok-olok simbol narsis mereka.
Nah selanjutnya bagaimana agresifitas bisa mendorong konflik?
John Dollard dia mengatakan bahwa frusstation – agresion. Menurutnya frustasi (ketidaksesuaian antara harapan dengan apa yang didapat) itu menjadi predesposisi atau potensi dari agresi yang didahului oleh kemarahan, nah makanya ati-ati tuh bagi orang yang suka marah-marah.. nah bagi orang yang sedang frustasi ada beberapa kemungkinan yang bakal mereka lakukan, yaitu menarik diri yaitu menyeolahkan tidak terjadi masalah meskipun sebenarnya tidak ridha terhadap apa yang tengah terjadi, selanjutnya adalah menerima, yaitu mgakui bahwa itu kekalahannya, menolak serta agresi yaitu penolakan mengunakan ancaman.
Faktor yang mempengaruhi frustasi menjadi agresi adalah
a. Norma (agama) mampu membuat manusia lebih mampu untuk menghandle diri
b. Pengalaman sosial (teman sepergeulan juga sangat berpengaruh karena mereka kadang kala sering mewarnai teman yang lain
c. Pengalaman cara menghadapi frustasi
Ibnu Khaldun beliau mengatakan bahwa potensi dalam diri manusia adalah cinta ientitaskelompok dan agresif (animal power) manusia selalu ingin menunjukan identitas bersama, ketika mencintai sesuatu maka ia akan membenci yang lain, cinta biasanya menjadi konflik ketika ia bertemu dengan provokasi yang menghasud demi mendapatkan kekuasaan (dominasi) atau tingkat ekonomi, sehingga cara terbaik untuk menghindari konflik adalah dengan menjaga kemakmuran, keamanan dan keadilan..

refrensi : kuaih pak Gito

Leia Mais…

Kamis, Oktober 01, 2009

definisi publik relation

Apa yang kamu bayangkan setelah mendengar istilah public relation atau biasa disingkat dengan istilah PR? Tentu saja pikira kita akan berpedar-pedar dan terisi dengan konsep-konsep tentang hubungan dengan masyarakat,mediasi, comunikasi persamaan tujuan dll.. dimana terseolah terdapat ada proses menjebatani antara goverment dengan masyarakat yang secara nota bene memiliki kepentingan yang berbeda.
Sebenranya ada beberapa definisi tentang publik relation diantaranya adalah sebagai berikut:
a. Menurut Istitute Of Public Relation
Yaitu segala upayayang dilangsungkan secara berkesinambungan dan terencana dalam rangka menciptakan dan memelihara niat baik dan saling pengertian antara suatu organisasi dengan khalayak.
Maksud dari definisi ini adalah PR merupakan keseluruhan upaya, sehingga yang terlibat tidak hanya orang yang memiliki tugas-tugas ke PR-an tapi semua stakeholder memiliki andil yang sama dalam pembentukanpublic relation, jadi tidak hanya melalui advertising, tetapi juga semua elemen yang bisa digunakan untuk untuk pembangunan citra, seperti melalui interaksi pengguna dan pihak ketiga(tidak hanya pengguna) seperti emdorment dari para ahli.
Kemudian selain itu maksud dari dijalankannya PR adalah untuk memelihara kesefahaman antara publik dengan pemerintah..
b.Menurut mexican statement
“publik relation is the art and social science of analizing trend, predicting their consequences, counselling (bimbingan) organization’s leadership and implementing planned programmes of ation which will serve both organization’s and public interst”
c.Sam Black (1993:14)
PR adalah perpaduan seni, dan basis keilmuan dan pecapaian harmoni antara pemerintah dan publik interst yang berlawanan. PR didasarkan pada kejujuran dan keterbukaan dalam menginformasikan
d.Rex harlow definisi lengkap tentang PR
- PR adalah fungsi yang penting dalam management
- Membantu dalam mengembangkan dan memelihara hubungan timbal balik dalam komunikasi, kesepahaman, penerimaan dan kerjasama antara organisasi dan publiknya
- Termasuk managemen masalah dan isu
- Melayani dalam early warning system
- Mengunakan penelitian, opini, teknik komunikasi atau prinsip
Ref: kuliah PR

Leia Mais…

Selasa, September 29, 2009

Resolusi konflik....
Ini adalah salah satu mata kuliah pilihan untuk mahasiswa semester 5 di universitasku..
Resolusi konfik.. hmmm like as it’s name tentu aja kalian dah pada bisa nebak dunk bakal ngomongin tentang apaan, hehe..
Yah kurang lebih sih tentang sejarah en riwayat en gimana cara mengatasi konflik tul ga?
Yupss, betul sekali!! Berhubung kemarin pertemuan perdana mata kuliah ini, pengeeen dech aku sharing2 mau tau??
Resolusi konflik...
Kita akan bermula dengan biografi konflik ya..
menurut krisberg (sstt... sebenarnya sih ada urutannya tapi gak catat) secara umum konflik itu kayak pohon.. konflik itu ada benihnya yang karena kemudian di pupuk kemudian mengalami ekskalasi konflik. Pernah dengar istilah laten? Nah, konflik awal itu namanya konflik laten (nah mungkin bisa juga tuh disebut potensi konflik), nah kalo diibaratkan pohon tuh dia masih berupa benih, kalo gak diperhatikan ya mati,trus gakjadi konflik deh,,, but kalo dipupuk,, hmm dia bisa jadi pohon.. kalo istilah di konflik namanya manifest, konflik tumbuh dan mulai keliatan, semakin besar, semakin kuat trus semakin heboh deh dampak konfliknya..
tau gak sih, benih-benih konflik itu memang sudah sejak awal ada disekitar kita, salah satunya karena ada hubungan interaksional antara umat manusia, kalo istilah dosenku tuh “tak kenal maka tak konflik” yups..karena ada interaksi maka akan ada hubungan saling mengenal penuh dengan resiko konflik, nah kalo benih-benih itu dipupuk maka jadilah konflik, tapi kalo nggak ya nggak...trus ada tuh satu lagi, sumber konflik, adanya teoritik manusia yang mengatakan bahwa manusia itu memiliki naluri agresif. Nah lo.. sadar gak? Lagi-lagi nggambil istilah dosenku nih.. bayi aja kalo gak ada naluri agresif untuk nangis kenceng kalo lagi haus, tentu aja dia udah mati..nah geto deh...
itu tadi adalah sumber konfliknya, kayak yang aku bilang sebelumnya benih-benih konflik itu baru akan keliatan kalo ada penyulutnya, ini ada beberapa tanda nih kalo konflik itu dah mulai bermunculan, yaitu adanya kesadaran kolektif, masyarakat umum tuh mulai ngrasa kalo perbedaan yang timbul itu menganggu, plus ditambah ketidakpuasan relatif terhadap pihak (atau pihak-pihak) lain, trus adalagi kesadaran bahwa ternyata ada tujuan-tujuan yang saling berlawanan. Huih tah lengkap tuh... untuk disebut ada konflik..
untuk pemantik konfliknya itu gak harus hal-hal yang gede kok, biasanya itu isunya lebih sepesifik dan orang yang terlibat cuman sedikit, hmm tapi, kalo didramatisir oleh para politisi bisa semakin heboh en meluas, mungkin saja karena para politisi itu memiliki kepentingan atas konflik yang terjadi diantara mereka. contohnya aja ya.. konflik yang ada di maluku. Yang selama ini disebut konflik SARA itu, sebenarnya bermula dari konflik yang sangat spesifik, yaitu yaitu perbutan penumpang antara tukang ojek yang pada saat itu berlainan agama, menjadi semakin heboh karena semakin dipupuk.. mungkin kalo istilahnya orang jawa itu namanya “kriwikan dadi drojogan” salah satu yang biasanya dilakukan untuk semakin memupuk benih-benih konflik adalah dengan propokasi dengan pihak-pihak yang telibat, sampai dengan propokasi persuasif, koersif, balas jasa juga dengan iming-iming yang sifatnya material dan non material..
wallahu’alam bis shawab
berdasar pada apa yang telah dipaparkan sebelumnya bahwa konflik itu juga bisa mengalami pemambahan dan perluasan yang bisa disebut sebagai ekskalasi, ekskalasi itu terjadi jika, aktor atau pelaku dari konflik itu semakin banyak.. misalnya saat konflik awal terjadi, yang terlibat hanya dua orang tetapi seiring berjalannya waktu pelaku konflik itu semakin lama menjadi semakin banyak, sekampung misalnya. Selain itu isu konflik yang dulunya hanya spesifik, dan remeh seiring berjalannya waktu juga semakin mengeneral, tambah lagi tuh taktik yang digunakan untuk berkonflik, awalnya adu mulut berubah menjadi saling menyakiti atau bahkan saling membunuh. Selain itu masih menyabung dengan sebelumnya, perilaku yang mungkin sebelumnya atau pada awal konflik bertujuan untukmendapatkan solusi konflik dengan well doing melakukan sesuatu yang baik berubah menjadiperilaku yang berusaha untuk memenangkan konflik (winning)dan berakhir dengan usaha untuk menyakiti (Hurting)..
nah itulah awal mula konflik mengalami kemuncak..
selanjutnya setelah fase ekskalasi terdapat fase deskalasi yaitu kebalikan dari ekskalasi, konflik mengalami penyurutnya..menurut william Zartman, sebenarnya bagan konflik itu kalo digambar kayak kurva, bermula dari sumber konflik, kemudian ada kemunculan konflik, trus ada ekskalasi bis itu klimaks dari konfik, yaitu hurting stalemate, setelah itu konflik akan mengalami penurunan suhu badan, eh salah penurunan ketegangan, deskalasi dan semakin menurun menjadi penyelesaian (biasanya ada hasilnya) bis itu ada normalisasi..
masih menurut Zartman sebenarnya ada kondisi terbaik untuk mengakiri konflik, teori in terkenal denga isltilah wripeness yaitu matang.. jadi kalo mo mengakiri konflikyang terbaik adalah ketika konflik itu berada dalam posisi matang, yaitu posisi dimana konflik menglami kemuncak, atau fase hurting stalemate, cz pada masa itu para pihak yang sedang berkonflik sedang posisi serba salah, bisa jadi karena sudah terlalu banyak korban, atau karena posisi yang sudah terdesak dan tak mampu untuk melanjutkan konflik.. sehingga mereka bisa diajak berunding untuk menyelesaikan konflik. Nah kalo berhasil mereka akan membuat MoU nah tahap ini disebut tahap penyelesaian atau terminasi konflik, tandanya adalah adanya adanya kesepakatan antara mereka sebagai hasil perundingan, yang bisa saja hasilnya Win-win, win- lose, atau bahkan lose – lose solution..
dari hasil-hasil tersebut itu ada 2 kemungkinan sekarang, yaitu hasil yang disepakaiti diterima dan dijalankan sehingga kemudian bisa menimbulkan konsekuensi bagi para pihak yang bertikai, atau kemungkinan yang lain yaitu hasilhanyalah hasil dan tetap diabailan atau didak dijalankan dengan baik, sehingga melahirkan konflik yang baru..
lagi-lagi wallahu’alam bis shawab
referensi: kuliah resolusi konfik pak gito..

Leia Mais…