Jumat, Juli 24, 2009

lanjutannya..tentang HI

Realis vs saintifik...

Ini nih perdebatan yang paling menarik...tadi dimukakan dah tahu apa pemikiran dari kaum realis yang sangat mengagung-agungkan kekuasaan dan power, nah sekarang kita lanjut ke pemikir selanjutnya yaitu kaum sainstifik...kaum ini muncul gak jauh setelah indonesia merdeka, yah kurang lebih sih sekitaran tahun 1960-an..gak jauh-jauh amat khan? Kaum ini cukup unik lho..mereka mencoba untuk menggabungkan antara ilmu alam dan matematika kedalam ilmu sosial. Hebatkan! Layaknya ilmu alam mereka juga memulai menemukan teori yang dianggap mendekati kebenaran melalui 3 prosedur yang antara lain juga mirip bahkan sama dengan pendekatan ilmu alam yaitu pembentukan hipotesa; pengujian hipotesa; pengumpulan, pembandingan dan pengintegrasian pemenuan dari bernagai pengujian dan berbagai hipotesa. Yang lebih menarik lagi penemuan ini juga harus diusahakan bersifat obyektif (bisa diuji siapa,dimana, dan kapan saja) , logis maksudnya diatur oleh aturan penalaran dan harus sistematis yaitu sekumpulan keajegan yang terorganisir. Ya maklumlah obyek dari ilmuan scienstific ini tentang pola-pola keajegan dari fenomena yang dapat terindra, bukan yang metafisika. Dengan tujuan akhir yaitu berupa deskripsi, ekspanasi dan prediksi, makanya para ilmua dari realis kena kritik dari para ilmuan saintifik ini pula, karena menurut mereka motivasi negara melakukan penyerang or konflik bukan karena alasan power dan kekuasaan semata, tapi adalasan-alsan lain, kalo pake bahasanya pak muhtar mas’oed “kritik mereka ini terutama di arahkan pada tidak adanya disiplin dan ketepatan dalam pendefinisian konsep-konsep realis seperti kekuasaan, kepentingan nasional dan perimbangan kekuatan.” Karena yang diteliti adalah pola-pola kejegan tingkah laku manusia, jadi tak heran pedekatan ini juga dikenal sebagai pendektan behavioralist yang telah berevolusi, soalnya behavioralist mulai muncul sekita 1950an..

Trus..

Saintifik vs post behavioralist

Emang ya.. orang sosial itu tuh hobi banget ngiritik..kayaknya memang udah tipikalnya kayak gitu kali ya...gak percaya? Saintifik ini juga gak lepas dari kritik. Pendekatan yang tampak begitu sempurna yang memunculkan poling dan metode kuantitatif yang hingga kini sering dipake, ternyata juga bisa mendapatkan kritik, kritik ini muncul dari kalangan pemikir yang kembali tidak sepakat dari pendekatan behavioralist..hehehe...tapi afwan pendekatan yang satu ini aku tidakbegitu faham..yang jeas mereka tidak setuju dengan pendekatan ala IPA, menurut mereka obyek sosial itu unik,dia tak bisa digeneraisasikan begitu saja, setiap obyek pasti memiliki perbedaan sehingga teori yang mungkin bisa diharuskan bersifat obyektif, logis dan sistematis belum tentu bisa tercapai, hukum sebagaimana dalam ilmu IPA tentusaja tidak mungkin terjadi, selain itu subjek juga tidak bisa dipisahkan dari obyek, karena subyek itu juga bagian dari obyek. Masa’ ilmuan disuruh cuek-cuek aja sambil mengamati fenomena yang terjadi padahal ia berada ditempat yang sama dimana fenomena itu terjadi, mungkin saja si ilmuan itu juga turut terpengaruh dan mempengaruhi dalam femonena yang sedang ditelitinya..sehingga mereka sepakat dengan istilah ilmuan itu harus bisa menilai baik buruknya suatu fenomena dan ilmuan kalo perlu juga harus memihak, mereka tidak setuju dengan pembedaan antara “fakta dan nilai” yang sering di galakkan oleh ilmuan behavioralis. Karena memang benar subyek itu tak bisa lepas dari obyek..

So kurang lebih sih kayak gitu kritik-kritiknya..maklum lah gak gitu faham tapi coba aja di crosscheck dulu..yah khawatir kalo-kalo aku salah..

Next.. inshaAllah kita bahas tentang pendekatan Tradisionalist vs behavioralis...

Tau nih pendekatan behavioralis ini kok paling banyak musuhnya ya...hmm..mungkin karena mereka berani memyuguhkan dan menawarkan metode yang berbeda dari sebelum-sebelumnya..

Mohon koreksinya ya..

Leia Mais…

ilmu tentang hubungan internasional

Banyak orang penasaran dengan salah satu cabang ilmu politik yang satu ini, mungkin karena namanya yang aneh ya, maksudnya gak lazim gitu disebut...namanya Ilmu Hubungan internasional (international relation study),,trus apaan ya yang dipelajari.. nah pengen tahu..simak aja rangkuman pemahamanku setelah belajar di UMY di jurusan hubungan internasional, hehe...gak lengkap sih tapi ini cukuplah untuk memahami apa itu study hubungan internasional..

Study yang unik...karena study ini mulai dikembangkan secara akademik baru-baru ini saja, yah kurang lebih sih sekitar pasca perang dunia pertama 1914-1918 masehi loh..bukan hijriah..dah lahir belum? Hehehe... istilah hubungan internasional pertamakali di munculkan oleh orang yang bernama Jeremy Benthom, setudi ini pada awalnya memdapat pengaruh dari bidang study yang lain yaitu sejarah, filsafat (ya,,iyalah filsafat kan sumber dari segala ilmu), trus satu lagi hukum. Tapi seiring berjalannya waktu bidang-bidang study yang lain juga turut mendorong perkembangan HI selanjutnya, yah kayak ekonomi,sosiologi, psikologi,dll

Banyak orang salah kaprah tentang kapan bermulanya studi HI ini mulai dipelajari secara akademik, bayak orang berfikir, di era yunani dulu, itu lho zamannya ariestoteles dkk, karena saat itukan mereka sudah mengenal istilah...aduh lupa istilahnya, pokoknya artinya negara kota, yang masing-masing juga gak lepas dari hubungan internasional. Ya itu ya antara negara kota satu dengan negara kota yang lainnya, bisa berupa perang,dll. Padahal seperti yang tlah kubilang didepan Studi HI kemudian dikembangkan pertamakali di universitas di Amerika serikat, dengan isu sentral pada awalnya adalah perang dan damai, maklumlah situasi saat itukan situasi konflik, jadi kurang lebih ngomongnya ya sekitaran itu..meskipun pada saat itu yang sedang berkonflik adalah orang-orang kawasan eropa, tapi study ini tidak lahir disana, kalau dosenku bilang orang yang lagi berkonflik kan gak sempat memperhatikan dan mempelajari lebih seksama, semua yang dapat perhelatan konflik pasti juga lagi mengharu-biru bersama konflik jadi gak sempat tuk mengamati dan menganalisis,makanya akhirnya study ini lahir di AS, negara yang bisa dengan leluasa mengamati konflik yang terjadi, maklumlah AS pada PD 1kan memang belum terlibat konflik..gak percaya liat aja dan baca sejarah dunia, terutama tentang Perang Dunia jangan sejarah kemerdekaan indonesia...

Nah hasil dari pengkajian akdemik ini membuahkan beberapa pemikir yang memiliki sudut pandang yang berbeda dalam memandang konflik di eropa alias PD1,yang awal dan pertama yaitu muncul kaum liberalis idealis..yups.. seperti namanya idealis yaitu memandang sesuatu hal sebagai sesuatu yang seharusnya terjadi, maksudnya goalnya itu masih diangan-angan dan belum tampak tapi merekamencoba untuk mengindranya, jadi mereka dikenal juga dengan utopian (sebenarnya ini hanya sebutan celoteh bagi orang-orang yang tidak sependapat dengan kaum ini). Kaum utopian ini menganggap bahwa sifat dasar manusia (natural basic) itu baik, berhusnuzzon jika memandang sesuatu. Menerut mereka konfik dapat terjadi, karena didunia internasional tidak ada yang mengatur, liat saja setelah dan sebelum perjanjian westphalia tahun 1648, sebelum perjanjian westphalia hampir semua knoflik bisa diredam karena adanya aturan (rule) dan adanya lembaga yang bisa menjadi penengah yaitu gereja, tapi stelah terjadinya perjanjian westphalia yang memunculkan negara bangsa (nation state)dan hilangnya kuasa gereja atas segala konflik yang terjadi memungkinkan ekskalasi konflik karena konflik tidak dapat diselesaikan dengan baik. Makanya wajarlah pada saat itu muncul wacana untuk membentuk organisasi internasional yang dapat membuat rule yang nantinya akan disepakati oleh banyak negara dan akan dijalankan dalam rangka membentuk pedamaian dunia, wacana ini dikembangkan oleh presiden As woodrow wilson yang terkenal sebagai the 14 point woodrow wilson. Yaitu mengagendakan terbentukan LBB (liga bangsa-bangsa).

Selanjutnya kaum kedua adalah kaum realis, pandangan kaum ini benar-benar berbeda dari kaum sebelumnya yang sangat tinggi angannya, kaum realis memandang ilmu HI sesuatu sebagaimana sesuatu yang sedang terjadi, jdi mereka menganalisis kenyataan yang ada didepan mereka, mereka berpandangan bahwa human nature manusia itu homo homini lupus (istilah dari thomas hobbes) manusia adalah srigala bagi manusia yang lain. Pokoknya su’udzon banget deh... Kaum ini lahir atas kritik untuk kaum utopian, terutama setelah kegagalan LBB dalam menangani konflik yang terjadi didunia yang menandai tamatnya riwayat LBB di muka bumi, bukti yang mereka ajukan cukup kuat juga sih.. yaitu pecahnya perang dunia II, menurut mereka,konflik yang terjadi di dunia ini karena unbalance power maksudnya ada kesenjangan kekuatan antara negara satu dengan lainnya. Apalagi menurut kaum ini setiap negara memiliki interest yang kurang lebih ga jauh-jauh amat sama the struggle power, jadinya masa bodo’lah ma LBB or organisasi semacamnya yang memperjuangkan perdamaian melalui organisasi internasional. Solusi yang terbaik untuk menyelesaikan konflik diantara negara tersebut adalah balance for power, jadi “bersiap-siaplah untuk berperang” negara satu dan lainnya harus memupuk kekuatan masing-masing sehingga negara yang pengen nyerang jadi agak mikir geto... tokoh-tokoh kaum realis ini salahsatunya adalah HJ morgenthou.

Yah begitulah Hi menarikkan? Ini belum selesai lho.. asih ada perdebatan panjang mengenai terjadinya studi ini, dan inshaallah semuanya menarik dan kalo ada waktu, inshaAllah akan ku paparkan di sine deh.. tapi kalo sempat silahkan baca buku pak muhtar mas’oed (yah meskipun beliau tampak condong mendukung pendekatan saintifik) or hubungi bu siti muslikhati..insyaAllah penjelasannya lebih jelas dan mengena..

(To be continue...)

Reference:

Mochtar mas’oed. 1990. Ilmu Hubungan Internasional disiplin dan metodelogi. Jakarta: LP3ES

And some other books..

Kuliah ilmu hubungan internasional bu Siti Muslikhati, jazakillah bu atas ilmunya...

“ya Allah berikan kepadaku ilmu yang bermanfaat, untukku dan orang lain”

Leia Mais…

Rabu, Juli 22, 2009

masa depan jilbab

artikel ini di ambil dari majalah sabili tapi afwan lupa edisi berapa...insyaAllah nanti dicek lagi...

Sebuah poster sederhana mengambarkan sebuah jilbab yang tampak melingkupi seseorang yang tidak terlihat. Gambar inimerupakan upaya sterotyping bagi muslimah dengan kemudian muncul pertanyaan: do you see her or her faith?(apakah kamu melihat dia atau keimanannya?) apakah seseorang hanya sekedar memakai jilbab hanya sebagai simbol ataukah mempunyai makna yang sangat dalam mengenai jilbab? Pertanyaan itu ditulis oleh seseorang jurnalis independent Deepa A. Deepa A merupakan jurnalis independet yang sering bersuara lantang dalam tulisannya mengenai pendidikan dan dampak kekerasan komunal. Sejak lima tahun terakhir, Deepa A mencatat delapan dari 16 negara bagian di jerman mengeluarkan undang-undng yang membatasi hak pemakian jilbab bagi guru di sekolah dan pemerintahan.
Di indonesia sendiri pada tahun 2007 lalu, seleksi anggota Pengibar Bendera (Paskibra) kota Kediri, Jawa timur sempat di warnai kekisruhan perihal larangan berjilbab bagi peserta putri. Meskipun pada akhirnya kita menyaksikan terdapa paskibra yang mengenkan jilbab di Istana negara.
Bahkan pada maret 2009 lalu, kapolda tuban Brigjend Pol. Anton Bachrul Alam meminta polisi wanita (Polwan) muslimah dapat mengenakan jilbab selama bertugas. Himbauan tersebut dikeluarkan oleh kapolda sejak dua minggu saat menjabat di jawa timur (Jatim). Kapolda memberikan hak untuk mengenakan jilbab.
Namun apa yang terjadi, media asing dan aktivis liberal meradang dengan membuat argumen yang tidak mendasar. Tuduhanpun diontarkan, adanya islamisasi. Pengenaan jilbab selalu mengalami sentimen negatif, dari waktu ke waktu di seluruh belahan dunia. Meskipun begitu, survey yang dilakukan oleh islamic human right commision (IHRC) amatlah mengejutkan. IHRC pada 26 Januari 2006 lalu melaporkan, terjadi peningkatan pemahaman mengenai penggunaan jilbab sediri.
Peningkatan pemahaman tersebut berkaitan dengan hal yang subtansial yaitu muslimah mengunakan jilbab di inggris adalah sebagai bentuk perlindungan, identitas diri, dan sebuah kewajiban agama, peningkatan yang signifikan terjadi justru setelah insident WTC 11 september 2001
Dalam survey tersebut sebagian besar reponden perempuan, jilbab yang dikenakan sebagai wujud keimanan dalam sebuah ketaatan yang suci kepada Allah. Maka, jilbab yang dikenakan haruslah atas dasar kesadaran pribadi. Responden muslimah inggris telah menunjukan rasa memiliki dan kemauan keras untuk mempertahankan jilbab sebagai sebuah identitas keimanannya,tampa memperdulikan kemungkinan undang-undang atau kebijakan yang mungkin melarang penguna jilbab itu sendiri.
Beberapa abad silam shafiyah binti syaibah pernah berkata, “pada waktu kami bersama-sama dengan Aisyah, mereka menyebutkan kelebihan –kelebihan perempuan quraisy. Maka aisyah berkata, “sesungguhnya perempuan-perempuan (quraisy) itu memiliki kelebihan, tetapi esungguhnya aku demi Allah tidak melihat yang lebih mulia daripada perempuan-perempuan ansharm mereka sangat membenarkan kitab Allah dan sangat imannya kepada wahyu yang diturunkan.”
Ketika diturunkan surat Al Ahzab ayat 59 yang berbunyi: “hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan isri-istri orang mukmin: hendaklah mereka mengulurkan jilbab ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu lebih mudah dikenal, karena itu mereka tidak diganggu, dan Allah adalah maha pengampun lagi maha penyayang.
Lalu kemudian para laki-laki mereka pulang membacakanapa yang diturunkan Allah di dalam kitab-Nya (HR Abu Dawud)
Dalam riwayat lain Aisyah ra mengatakan, “semoga Allah mengasihi kaum perempuan yang ikut hijrah) pertama, karena ketika Allah menurunkan ayat tersebut, mereka seger mengambil pakain bulu merekalalu berkerudung dengannya” (HR Bukhari)
Girls, bagaimanapun hak-hak dasar perempuan dari Allah SWT telah jelas. Sehingga shirah nabawiyah pun menjadi sebuah pondasi yang mengakar kedalam ruh kita, so bagaimana dengan kamu?

Leia Mais…

Senin, Juni 15, 2009

Fiqh Air

A. Pengertian Bersuci
Dari segi kebahasaan taharah berarti “suci” atau “bersih”. Dalam pengertian fikih berarti “bersuci dari segala najis dan hadas” .
Taharah adalah membersihkan diri, pakaian dan tempat dari segala hadas dan najis. Untuk suci dari hadas haruslah melakukan wudhu, mandi wajib atau tayammum. Sedangkan agar suci dari najis haruslah menghilangkan kotoran yang ada di badan, pakaian atau tempat yang terkena.
B. Pengertian Air
Air atau al-ma adalah senyawa kimia yang paling banyak terdapat di bumi, merupakan kebutuhan pokok bagi kelangsungan hidup manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan. Air dapat berbentuk zat cair, zat padat atau uap air. Istilah air digunakan untuk bentuk cair.
C. Dasar dan Hikmah Penggunaan Air dalam Bersuci
“... dan Allah menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk menyucikan kamu dengan hujan itu dan menghilangkan dari kamu gangguan-gangguan setan dan untuk menguatkan hatimu dan memperteguh dengannya telapak kakimu”. (QS. 8:11).
Sesungguhnya walau telah diketahui sejak dulu bahwa air adalah sarana yang digunakan untuk menghilangkan kotoran dan apa-apa yang mengganggu kebersihan. Namun ada hikmah mengapa Allah memerintahkan kita untuk membersihkan najis dengan air. Karena air mampu menghilangkan kotoran itu sendiri dan juga dampak dari kotoran tersebut yaitu bau busuk serta apa-apa yang melekat di badan yang menyebabkan bau yang kurang sedap. Bau apabila bercampur dengan udara dan masuk dalam tubuh melalui lubang pori-pori dapat membahayakan badan. Karena, udara adalah aliran yang terdiri dari partikel-partikel terkecil yang dapat masuk ke pori-pori.
D. Jenis-Jenis Air
Jika dilihat dari segi hukumnya, fukaha membagi air dalam empat (4) macam yaitu:
1. Air Mutlak (al-Ma’ Al-Mutlaq);
Ulama fikih sepakat menetapkan bahwa hukum air mutlak adalah adalah suci dan mensucikan. Suci karena karena zat air itu sendiri tidak mengandung kotoran atau najis sehingga halal diminum. Mensucikan karena air tersebut dapat digunakan untuk bersuci dari hadas.
Yang termasuk dalam kategori air mutlak adalah:
a. Air hujan, salju dan embun
Dasar hukum:
-“...Dan Kami turunkan dari langit air yang amat bersih” (QS.25:48)
-“...Allah menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk untuk menyucikan kamu”. (QS.8:11).
-“Ya Allah sucikanlah aku dengan salju, embun dan air yang sejuk/dingin”. (HR. Muslim dari Abu Hurairah)
b.Air Laut (al-ma’ al-bahr)
Dasar hukum:
Dalam sebuah hadis, seorang bertanya pada Rasulullah SAW: “Ya Rasulullah, kami berlayar di laut, dan kami hanya membawa sedikit persediaan air yang apabila kami gunakan untuk berwudhu niscaya habis sehingga kami tidak memperoleh air lagi untuk diminum. Apakah kami boleh berwudhu dengan air laut?”. Rasulullah menjawab: “Laut itu suci airnya dan bangkai binatangnya halal (dimakan). (HR. Bukhari, Muslim, Al-Nasa’i, at-Tirmizi dan Abu Dawud).
c.Air zamzam (al-ma’ az-zamzam)
Dasar Hukum:
Hadis yang diterima dari Ali bin Abi Talib: “Rasulullah SAW pernah mengambil setimba atau seember air zamzam, lalu beliau meminum sebagian dan menggunakan sebagian lagi untuk berwudhu” (HR. Ahmad bin Hanbal)
d.Air yang berubah disebabkan telah lama tergenang/tersimpan,
Hal ini disebabkan tempatnya atau bercampur dengan sesuatu yang menurut kebiasaan tidak dapat dihilangkan dari air (misalnya lumut). Perubahan warna atau bau air disebabkan hal tersebut tidak berakibat menghilangkan sifat air mutlak.
2.Air yang telah dipakai (al-ma’al-musta’mal);
Jumhur ulama mengartikan air musta’mal dengan air yang terpisah atau mengalir dari anggota tubuh orang yang berwudhu atau mandi wajib. Ulama fikih Mazhab Hanafi mengartikannya sebagai air yang telah dipakai untuk menyiram atau membasuh anggota badan ketika berwudhu atau mandi, sedangkan air yang tertinggal (di ember misalnya) adalah air sisa yang belum dipakai.
Dasar hukum:
Fukaha membolehkan berwudhu dengan air sisa tersebut dengan alasan bahwa Nabi SAW sendiri pernah berwudhu dari dalam bejana (HR. Al Bukhari, Muslim dan Ahmad bin Hambal). Menurut Imam Asy-Syafii dan Imam Malik, bagi seseorang yang akan wudhu dari dalam bejana disunahkan lebih dahulu membasuh kedua tangannya di luar bejana sebanyak tiga kali.
Sebagian ulama fikih dari Mazhab Syafi’i berpendapat bahwa jika air musta’mal itu sedikit (tidak cukup dua kullah ; 216 liter), maka air itu tidak lagi mensucikan. Tetapi jika air tersebut banyak maka tetap suci dan mensucikan. Menurut mereka jika air yang sudah dipakai itu hanya tinggal sedikit maka akan timbul rasa jijik utnuk memakainya seperti halnya air kotor.
Rasulullah SAW melarang seorang laki-laki mandi dengan air bekas wudhu seorang perempuan. Dan melarang seorang perempuan mandi dengan bekas air wudhu seorang laki-laki. Tetapi apabila keduanya suami istri maka boleh melakukannya bersama-sama.
3.Air yang telah bercampur dengan benda yang suci;
Ulama fikih berpendapat bahwa hukum air yang telah dicampur dengan benda-benda yang suci (seperti sabun dan tepung) tetap suci dan mensucikan, selama tetap dapat disebut sebagai air mutlak. Tetapi jika namanya telah berubah menjadi air sabun, misalnya, maka air tesebut tidak lagi disebut air mutlak meskipun tetap suci zatnya.
Dasar hukum:
Pada hadis (HR. Al Jamaah) Nabi Muhammad menyuruh memandikan putrinya dengan air yang dicampur kapur barus. Hal ini menunjukkan bahwa air yang dicampur dengan benda-benda yang suci boleh dipakai untuk bersuci seperti wudhu dan mandi, sebab jenazah hanya boleh dimandikan dengan air yang sah dipakai mandi dan wudhu oleh orang yang hidup.
4.Air yang telah bercampur dengan benda najis.
Percampuran tersebut bisa terjadi dengan masuknya najis ke dalam air atau air masuk ke dalam bejana yang dalamnya ada najis. Adakalanya percampuran tersebut dapat merubah sifat-sifat air, seperti rasa, warna dan baunya.
Menurut Ulama apabila percampuran tersebut mengubah salah satu sifat air, maka air tersebut tidak lagi suci dan mensucikan. Air tersebut tidak boleh digunakan untuk minum ataupun wudhu karena telah jelas bernajis.
Apabila percampuran tidak merubah sifat air tersebut yaitu rasa, warna atau bau, maka hukumnya adalah suci dan mensucikan jika airnya banyak.
Dasar hukum:
”Bahwasanya air itu tidak dapat dinajisi oleh sesuatu, melainkan yang dapat mengubah bau, rasa atau warnanya” (HR. Ibnu Majah).
Dalam menentukan banyak sedikitnya air:
-Menurut Mazhab Hanafi : air yang banyak adalah apabila air digerak-gerakkan pada salah satu tepinya tidak bergerak ke tepi yang lain. Dasar pemikirannya apabila satu sisi saat digerakkan tidak menimbulkan gerakan pada sisi lain maka air yang di sudut lain tidak ikut bercampur dan dikotori oleh najis yang terjatuh pada sudut lain.
- Mazhab Syafi’i : air yang banyak adalah air yang seukuran minimal dua kullah, jika kurang dari dua kullah maka ia termasuk sedikit.
Dasar hukum: Hadis Nabi “Apabila air itu dua kullah tidak mengandung najis” (HR. Asy Syafi’i, Abu Dawud, at Tirmizi dan Ibnu Majah)
5.Air Sisa Minuman
Air yang tersisa dalam bejana setelah diminum sebagiannya, bukan air yang telah dimasukkan dalam mulut kemudian dikeluarkan.
Kategori air terbagi sebagai berikut:

a.Sisa minuman manusia
Air ini suci dan mensucikan. Tidak ada perbedaaan antara sisa minuman muslim, kafir, haid dsb.
Dasar hukum :
Hadis yang diterima dari Aisyah binti Abu Bakar dijelaskan bahwa Nabi SAW pernah minum sisa minum Aisyah pada waktu Aisyah dalam keadaan haid (HR. Muslim)
b.Sisa minuman keledai dan binatang buas
Ulama fikih memperbolehkan bersuci dengan air sisa minuman keledai dan binatang buas.
Dasar hukum:
Hadis yang diterima dari Jabir bin Abdullah: ”Rasulullah SAW ditanya seseorang tentang hukum berwudu dengan air sisa minuman keledai. Nabi menjawab: “Ya (boleh) menggunakannya untuk berwudu dan demikian juga sisa minuman binatang buas.” (HR. asy-syafi’i dan ad-daruqutni)
c.Air sisa minuman kucing
Air sisa minum kucing juga suci dan mensucikan.
Dasar hukum:
Dalam sebuah hadis yang panjang dinyatakan ”Sesungguhnya sisa minuman kucing itu bukan najis. Ia termasuk binatang yang berkeliaran di lingkunganmu” (HR. Al-Bukhari, Muslim, Abu Dawud dan an-Nasa’i dan at-Tirmizi).
Pada hadis lain diterangkan bahwa Aisyah binti Abu Bakar pernah menyodorkan bejana kepada kucing sehingga kucing itu meminum dari dalam bejana, kemudian Nabi SAW berwudhu dengan sisanya (HR. Ad- Daruqutni)
d.Air sisa minuman anjing dan babi
Fukaha sepakat mengatakan bahwa air sisa minuman kedua jenis binatang tersebut adalah najis yang wajib dijauhi.
Dasar hukum:
Apabila anjing meminum air pada bejana salah seorang diantara kamu, maka hendaklah ia membasuh bejana itu tujuh kali dan salah satu diantaranya dengan tanah. (HR. Al-bukhari). Sedangkan kenajisan air sisa minuman babi adalah karena kekotorannya melebihi anjing.

Tambahan:
-Air Musyammas yaitu air yang dapat dipakai untuk mensucikan, namun makhruh untuk digunakan.
Mis : air yang bertempat di logam yang bukan emas dan terkena panas matahari.
-Air yang didapat dengan mencuri (Ghosob). Meskipun suci lagi mensucikan tetapi haram untuk digunakan.
-Air yang suci itu banyak sekali, namun tidak semua air yang suci itu bisa digunakan untuk mensucikan. Air suci adalah air yang boleh digunakan atau dikonsumsi, misalnya air teh, air kelapa atau air-air lainnya. Namun belum tentu boleh digunakan untuk mensucikan seperti untuk berwudhu` atau mandi. Maka ada air yang suci tapi tidak mensucikan namun setiap air yang mensucikan, pastilah air yang suci hukumnya. (http://ustsarwat.com)


Daftar Pustaka:
1.http://ustsarwat.com, Senin, 8 Juni 2009, jam 15.18
2.Redaksi: Dr. Nasrun Haroen, M.A., Ensiklopedi Hukum Islam, jilid 1, PT. Ichtiar Baru Van Hoeve, Jakarta, 1996.
3.Redaksi: Prof. Dr. Azyumardi Azra, M.A, Ensiklopedi Islam, jilid 1, Edisi Baru, PT. Ichtiar Baru Van Hoeve, Jakarta, 2005.
4.Syamsul Rijal Hamid, Buku Pintar Agama Islam, Edisi yang Disempurnakan, LPKAI Cahaya Salam, Cet.2, Bogor, 2008.
5.Syekh Ali Ahmad Al-Jarjawi, Indahnya Syariat Islam, Gema Insani Press, Terj: Faisal Saleh dkk, Jakarta, 2006.

Leia Mais…

Kamis, Maret 26, 2009

pelangi

Let’s me learn…

Dear sisters Hujan, Mentari and Udara
With each sunnatullah


Pelangi ask to Hujan why your grains not bright and good as usual
Then she ask to Mentari which is shining in nearly dusk, why she does not increase her light so that Hujan can reflection it but Mentari choose hiding between clouds.
Pelangi brood, what was wrong with herself, Why Mentari angry the and not lend her light to pelangi
Finally Pelangi decide to ask Udara which carry out the clouds cover Mentari. “Oh.. Udara… why you not help me create a beautiful canvas so that, I can sit there and begin to portray the colors.

But there are no answers from the Hujan, Mentari and Udara

“Learn!” They don’t want Pelangi is learning to become a sky that can easily change it color. It is not logical reason! Are wrong if Pelangi Color not only Red, Yellow and Green but also Orange, Blue, Nila, and Purple? Are wrong if there is any color that is almost of the same color with sky so that there are parts of the Pelangi that is like the sky? Indeed, that's the color of which may not be known by Hujan, Mentari dan Udara that may also be understood by them.
My dear sisters Hujan, Mentari and Udara

Know me, understand me, please. it is I am. I don’t ever do like that with me. Ask me leave my sunnatullah, which have become part of my characteristic. I am sure there are similarities you are with the other people such as with the clouds, soil, moisture, months, or even the sky itself. But if there is one of my behavior that u dislike. I wish please…still help me and never leave me.

Leia Mais…

crying

Assalamualaikum wr wb

I feel sad

When I read in news papers,

Watched on television,

Browsed to internet,

Heard in radio

They are talking about our brother in Philistine.

Our brother in Islam who that never I meet before.

My heart is hurt

There are more than 300 civilian was dead,

700 people got injury

School, hospital, masjid was destroy

And a lot of victims are women and children

Although I know they are will be syuhada.

Israel was kill them,

Israel is truly terrorist!!!

ISRAEL IS LA’NATULLAH!!!

Now Israel tries to blockade Philistine people.

And they are preparing 6000 solder to attack Fhilistine again.

My eyes is crying

When I know we were support with what they do…

We were support Zionism

We were support to killed our brother self

Because…

We buy them products,

We use them products,

We heard, read, eat, drink, and watch them products

MashaAllah….

Brother and sister, I ask you

Let’s open your eyes,

Open your ears,

Open your mind,

And also open your heart

Don’t ever be Israel’s servants

LET’S BOYCOTT USA AND ISRAEL PRODUCTS

ALLAHU AKBAR!!!

Leia Mais…

Selasa, Maret 17, 2009

Zero to Hero

ZERO TO HERO

A. Momentum and achievment
Time is momentum to achievment. “For the time” Allah SWT swear. It’s not just a joke.
Rasulullah said that subjection age of people is 60 years. We have same time 24 hours everyday. But we have different way to use it.
Live is collection of time, disadvantage for you if you can’t benefited the time. So use the time and take a momentum. And use the momentum to get achievment
B. They had failed too
Fail is way to success. Rasulullah haved “Amul Huzni” sad and hard time. Rasulullah had lose in battle. Rasul had getting told of Allah SWT.
But it’s process of learn. If you know, Thomas Alfa Edison tried electricity experiment until 10.000 and fail. But he never give up and try, try and try and he SUCCESS.
Creativity and persistence to do self accelerating is a secret of great people.
Remember ; We must prepare to confront with fail!! Fail it’s natural and proper. Everyone have this experience. Please don’t look how many time he fail but look how many time he can give up after fail.
Why we often suffer from a loos momentum??
In our live we have more duty than time of the available. Actually we just have three time : yesterday it’s be not ours again. Tomorrow at loose ends be ours. And now, in our hand.
So, why often suffer from a loos momentum??:
1. Decrease sensivity of benefaction
Cause faith not perfevid again. Heart Decrease sensivity to catch benefaction signal and we late to clucthed momentum.
2. Didn’t have knowledge
Why Abu Bakar fast give respons in every benefaction? Cause Umar know that every benefaction will broaden his house in heaven.
3. Cause Allah tow our success
Secret of success is readiness to confront with opportunity if this opportunity comenth.
So if suffer from a loos momentum maybe Allah noy\t belief yet with his self to get sucess.
4. Not proactive
Momentum have the quality fast drawing to an end.
Have desire and hitch wage to a star
Today is our dream in yesterday and tommorow is our dream today. Desire is success indication the great people. Desire is gasoline to move.
Start from zero
Return from zero!! Actually, who i’am ? Remember that Allah call into being our self and then we will return to Allah SWT.
So, make our self zero with “laa ilaaha illallah” just Allah. In mathematics result 1 for zero is illimitable.
Be hero!! Be great in right way
Be great with right way is with goodwill. Becarefull sometimes deed didn’t have value cause fault aim.
Looking for self philosophy
Maybe you want be like magnetic, water, wind, sun or anything. Get the spirit!!!
Be Hero!!! Doing Fantastic Work
We have a lot of potential but sometimes closed cause sin and lust. If we found the potential, please don’t make to no purpose.
Potensi like a water, if stagnate will rotten. If flow make fertile. If move bring to life. If managed give benefit. So, now we must like water, move and give benefit.

Leia Mais…