siap untuk semester 6..
siap untuk target-target baru..
siap semua..
Ya Allah mudahkanlah..
Minggu, Januari 17, 2010
start on new page..
Senin, Januari 04, 2010
Rabu, Desember 02, 2009
Corporate social relation
Stake holder yaitu merupakan pemandu kepentingan (buplik)
Siapakah publik anda?
Yaitu pihak yang terkait dengan oprasional organisasi, jika diibaratkan dalam sebuah keluarga maka pihak tersebut adalah orang yang paling dicintai. Sehingga cara terbaik untuk memperlakukan publik adalah dengan mengenali dan menyayangi publik anda, menghindari timbul opini negatif dan dapatkan hatinya dengan ketulusan..
Mengapa stake holder dan publik penting?
Organisasi adalah sebuah sistem (keseluruhan / wholeness) sehingga akan menimbulkan timbal balik yang jika digambarkan sbb:Perubahan lingkunagn harus diihadapi sehinngga dapat mengukuhkan eksistensi dan membutuhkan survive organisasi
Berikut ini ada kategoti publik secara umum
Publik eksternal (yaitu semua pihak dari luar organisasi)
Publik internal (yaitu pihak dari dalam organisasi
Pendekatan memahami publik adalh dengan melihat 2 aspek yaitu keterhubungan dan keaktifan mencari informasi. Aspek keterhubungan adalah meliputi: enable linkages (power control) yaitu orang-orang yang memiliki kekuasaan / kewenangan dan otoritas dalam suatu organisasi. Yang kedua adalah fungtional linkages (opertion) yaitu terdiri dari penyetor bahan baku, suplay, pegawai dan pekerja, yang ketiga adalah normative linkages (assosiation) yaitu berhubungan dengan sesama jenis pengusaha, yang terakhir adalah difussed linkages yaitu menyebar
Aspek keatifan mencari informasi
1. Latent public yaitu peruahaan tidak menyadari jika terdapat persoalan
Contoh: pabrik tekstil yang ada dipedesaan kemudian membuang limbah kesungai yang sungai tersebut ternyata masih dipakai oleh masyarakat..
2. Aware public yaitu menyadari adanya persoalan tetapi hanya diam
3. Active public yaitu menyadari ada permasalahan dan aktif untuk mengorganisir diri untuk bersuara.
Segmentasi publik
Dalam PR tidak berlaku prinsip publik yang generalis
PR selalu bicara spesifik
Memberikan fokus dan arah yang tepat bagi program yang disusun
Adanya sekala prioritas
Efisient dan efektifitas PR
Leia Mais…
Kamis, November 26, 2009
Pilihan-pilihan startegi dalam perundingan
Menurut Rubin dan pruitt ada 5 strategi yang bisa diambil ketika melakukan perundingan:
a. Pemecahan masalah atau problem solving
Ini merupakan strategi atau taktik yang digunakan dalam perundingan dan merupakan usaha untuk mempertemukan aspirasi pihak-pihak yang berunding dengan cara :
1. Expanding pie, yaitu dengan cara menambahkan sumber daya yang langka yang diperebutkan. Contohnya: jika ada bersaudara memperebut suatu hal, jeruk yang jumlahnya hanya satu buah misalnya maka cara yang dapat digunakan untuk mendamaikan keduannya adalah dengan cara memberikan satu lagi buah jeruk tersebut.
2. Cutting cost, yaitu dengan mekanisme konsensi, yaitu salah satu pihak mendapatkan apa yang diinginkan dengan cara mengurangi
3. Kompensasi, yaitu salah satu pihak yang berunding memberikan imbalan kepada pihak lain karena telah membuat konsesi
4. Logrolling, pihak-pihak bersedia untuk memberikan konsesi yang menjadi prioritas bawahan dari masih-masing pihak yang berunding. Masing-masing pihak saling mempertukarkan isu-isu
5. Bridging, suatu pilihan yang sepenuhnya baru dikembangkan unuk memuaskan tujuan utama pihak-pihak yang berunding. Cara melakukan bridging adalah dengan cara mengetahui kepentingan utama pihak-pihak lain
Cara agar problem solving berhasil adlah:
Mengajukan aspirasi yang tinggi (firm flesibility) yaitu aspirasi tersebut di turunkan sedikit demi sedikit
b. Bersaing
Yaitu menginginkan pihak lain kalah tetapi dengan cara membujuk
Beberapa taktik yang biasa digunakan adalah
1. Treat (ancaman)
Yaitu denga 2 syarat:
- Credibilitas (ketepatan dengan pelaksanaan)
- Rasional (sesuatu yang kecil terhadap ancaman)
- Resiko (resiko yang ditanggung oleh pihak lain.
2. Harrastment (pelecehan) yaitu merendahkan pihak lawan
3. Komitment pada posisi atau komitment yang tidak dapat di ubah
4. Argument persuasi
5. Takaran waktu
Misalnya:
jimmy charter memberikan tekanan waktu pada perundingan sinai
juga pada perundingan indonesia dan GAM di
c. Mengalah / memberi konsesi (yielding)memberikan konsesi pada pihak lain berkaitan dengan kepentinganya dengan maksud agar perundingan bisa dilanjutkan kesepakatan inti bisa dicapai.
Supaya konsesi tidak merugikan maka:
a. Diikuti oleh move-move kompetitif dan strategi berunding yang keras
b. Diikuti dengan konsesi dari pihal lawan
d. Bertindak lamban (inaction) disebut juga dengan istilah membuang-buang waktu atauberbicara pada isu diluar pokok perundingan untuk menggunakan strategi yang lain. Yang dianggap lebih tepat. Misalnya mengunakan lobbying
e. Mengundurkan diri , yaitu perundingan berhenti karena tidak adanya kesepakatan. Mundur dalam perundingan bukan berarti kalah melainkan kemenganan jika menempati status quo
Leia Mais…
Selasa, November 24, 2009
pasca Mid
subhanallah, akhirnya ujian mid selesai juga...
semoga kita diberikan hasil yang terbaik. sesuai dengan usaha kita
amiin
pasca Mid
subhanallah, akhirnya ujian mid selesai juga...
semoga kita diberikan hasil yang terbaik. sesuai dengan usaha kita
amiin
Senin, November 23, 2009
SIMULASI SIDANG PLN RI - TIMTENG
PEMBUKAAN HUBUNGAN DIPLOMATIK RI – ISRAEL
Maksud sidang:
1. Mengenal teori:
a. Rational choice
Yaitu teori yang dibangun dalam pengambilan keputusan tetapi didasarkan pada pertimbangna untung dan rugi.
b. Decision making proses
William D. Coplin
Yaitu pengambilan politik laur negeri dengan pertimbangan
- Domestik politik
- Kondisi ekonomi dan militer
2. Memahami kecenderungan kesetiaan (ashobiah, wathaniyah --> PKS, PPP,Golkar, qaummiyah (yaitu berdasarkan pada kekauman) ummah, --> pertimbangan persamaan agama, Kammi: Ummah tetapi dibungkus dengan wathaniah)
Menhamkan (Desy) | Menkoekuin (Wulan) | |||
Mentri pariwisata (Anis) | Mentri agama (Umi) | |||
WAPRES (Rosdiana) | PRESIDENT (Imam Mahdi) | MENLU (Roni) | ||
(PRO) | (KONTRA) | |||
PARLIAMENT | PDIP (akbar) | PKS (Een) | ||
Partai Demokrat (Abduh) | PPP (Nina) | |||
GERINDRA (Ahmad) | PKB (ZIa (ce)) | |||
HANURA (Zainab) | PAN (AR Tunggal) | |||
GOLKAR (Taufiq) | ||||
NON PARLIAMENT | KADIN (Kamar Dagang Indonesia) (..........) | LASKAR JIHAD (Retrian) | ||
HIPMI (Himpunanpengusaha muda Indonesia) (.............) | FPI (Ading) | |||
PMKRI (Makbul) | KAMMI (Zia co) | |||
HMI - DPO (..........) | HMI - MPO (Satris) | |||
ABG (Anak Buah Gusdur) (Ayu) | ||||
Jumat, November 06, 2009
perjanjian internasional
bagaimana ilsam menyikapi perjanjian internasional...
silahkan download disini
Langganan:
Komentar (Atom)
